Terdepan dalam Kemitraan, Menteri Nadiem Sebut PNB Bisa Menjadi Master Coach Pariwisata

Digiqole ad

MANGUPURA – baliprawara.com

Politeknik Negeri Bali (PNB), sebagai lembaga pendidikan Vokasi, saat ini menjadi yang terdepan dalam hal kemitraan jika dibandingkan 44 Politeknik se-Indonesia. Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi Bali. Apalagi saat ini, dalam mewujudkan program D2 Fast Track, PNB sudah mengusulkan sebanyak 8 prodi baru untuk D2 Fastrack.

Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB), I Nyoman Abdi, SE., M.eCom., mengatakan, untuk program D2 Fastrack dan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), mendapat  sambutan yang sangat baik dari pihak SMK. Untuk itulah, PNB tidak mau ketinggalan untuk menyambut momen besar yakni program D2 Fast Track ini. Terkait hal itu kata Abdi, PNB sudah mengusulkan sebanyak 8 prodi baru untuk D2 Fastrack. “Program percepatan ini  mendapat sambutan sangat baik oleh pihak SMK, begitu juga dari Dunia Usaha Dunia Industri,” kata Abdi.

Lebih lanjut kata Abdi, tahun depan PNB siap untuk memulai program D2 Fasttrack. Mengingat selama ini untuk memulai program tersebut, pihaknya sudah mempersiapkan sejak awal agar siswa SMK bisa memulai program tersebut. Pihaknya berharap, ini kedepannya bisa menjadi faktor penguat dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk itulah, terkait ‘pernikahan massal’ atau link and match ini, harus terus berkelanjutan. “Harus mulai dipersiapkan dari sekarang untuk itu. Pernikahan massal atau link and match ini tidak hanya satu tahun atau dua tahun saja, namun Harus berkelanjutan atau long term,” ujarnya di sela kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, di kampus Politeknik Negeri Bali (PNB), Kamis 7 Oktober 2021.

 

Menteri Nadiem yang saat itu didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dan jajaraan, selain meninjau pameran dari PNB dan siswa SMK, juga berdialog dengan sivitas akademika PNB, SMK, Dunia Industri, terkait Program D2 Fast Track, SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), serta terkait kelas kerjasama mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Terkait program dan capaian dari PNB, Menteri Nadiem mengucapkan selamat. Dirinya menyampaikan apresiasi atas langkah jemput bola dari PNB untuk program SMK D2 Fastrack dengan menggandeng banyak SMK. Yang mana Jumlah SMK yang dibina saat ini jumlahnya sangat luar biasa. “Tantu dalam hal ini, Bali sangat potensial untuk menjadi Master Coach dalam bidang Tourism, baik Politeknik maupun SMK yang berhubungan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahkan PNB juga bisa menjadi hub nya untuk itu,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, PNB kata dia telah mengajukan delapan prodi untuk D2 Fastrack. Tentu hal itu adalah salah satu hal yang luar biasa. Kedepan, untuk memajukan pendidikan vokasi, dirinya ingin mencari rektor dan direktur yang “Nekat”. Karena, hal itu merupakan yang terpenting saat ini. 

“Keberanian mengambil resiko untuk mencoba hal baru adalah modal utama mereka dalam melakukan perubahan. Kalau kita mau merdeka belajar, kalau kita mau maju kedepan, kalau mau bersaing secara global, ya ngga ada cara lain, kita harus berani mengubah tata kelola yang dulunya nyaman, agar keluar dari zona nyaman,” kata Menteri Nadiem. (MBP1)

See also  Bupati Giri Prasta Targetkan Vaksinasi Tahap I di Zona Hijau Tuntas Bulan April

 

Berita Terkait