Seribu Orang Perwakilan dari 137 Negara, Akan Berkumpul di Bali Maret Mendatang

 Seribu Orang Perwakilan dari 137 Negara, Akan Berkumpul di Bali Maret Mendatang

Dirjen PSLB3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, saat melakukan audiensi ke Gubernur Bali, Jumat 14 Januari 2022 di Jaya Sabha, Denpasar. (ist)

Digiqole ad

DENPASAR – baliprawara.com

Pada bulan Maret mendatang, di Bali akan digelar Conference of Parties Minamata Convention on Mercury. Tentunya, Indonesia terutama Bali, patut berbangga, karena selama ini, pelaksanaan Conference of Parties Minamata Convention on Mercury selalu diselenggarakan di Swis sebagai lokasi sekretariat nya.

“Ini merupakan untuk pertama kalinya Indonesia sebagai tuan rumah. Akan diikuti oleh 137 negara dengan jumlah peserta mencapai seribu orang,” kata Dirjen PSLB3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, didampingi Novrizal Tahar, Direktur Penanganan Sampah, Ditjen PSLB3-KLHK serta Ni Nyoman Santi, Plt. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (P3E Bali Nusra), saat melakukan audiensi ke Gubernur Bali, Jumat 14 Januari 2022 di Jaya Sabha, Denpasar.

 

Menurut Rosa, konferensi ini akan membahas pengurangan dan penghapusan mercury untuk sektor kesehatan, manufaktur, energi dan pertambangan emas. Ia berharap, kedatangan peserta konferensi akan mampu membangun geliat perekonomian Indonesia khususnya Bali di tengah terpuruknya pariwisata akibat pandemi.

“Tentu saja protokol kesehatan (Prokes) juga harus diperhatikan dengan sistem bubble. Artinya mereka selama acara hanya akan berada di wilayah yang telah ditentukan. Setelah konferensi selesai, mereka akan kembali menjalani tes swab, dan jika hasilnya negatif maka mereka akan bisa menikmati pariwisata Bali. Mengingat para peserta sudah jauh-jauh datang ke Bali, nanti kita akan atur semua itu,” terangnya.

 

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster yang pada kesempatan ini didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi tersebut. Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mengatakan bahwa konferensi tersebut akan mampu menggairahkan kembali perekonomian masyarakat Bali.

See also  Sriwijaya Air dan Lion Air Suspend Penerbangan Dari Dan ke Wuhan

“Terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraannya. Tahun ini, cukup banyak event internasional yang akan dilaksanakan di Bali. Tentu Saya berharap ini akan mampu menggairahkan kembali perekonomian masyarakat Bali,” ungkapnya. (MBP)

 


Berita Terkait