Sejak Tahun 2019, 380 kali Gangguan Pasokan Listrik Akibat Layang-layang

 Sejak Tahun 2019, 380 kali Gangguan Pasokan Listrik Akibat Layang-layang
Digiqole ad

DENPASAR – baliprawara.com

Datangnya musim layang-layang seperti saat ini, PLN UID Bali menganjurkan untuk bermain layangan di tempat yang aman. Contohnya, di Lapangan atau di pantai, yang jauh dari jaringan listrik dan jalan raya. Karena acap kali layangan nyangkut di jaringan listrik, yang tentu saja merugikan banyak pihak. “Jika layang layang tersangkut di jaringan listrik dapat menyebabkan pemadaman dan

mengganggu pasokan listrik di tempat tempat penting seperti rumah sakit, bandara dan objek vital nasional,” kata Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, pada acara Temu Media Rutin Bulan Juni Tahun 2021, Rabu (09/06/2021) di Denpasar.

Made Arya melanjutkan, bermain layang layang yang aman adalah untuk kepentingan bersama. “Jangan juga menginapkan Layangan. Terutama yang berukuran besar,” imbuh Made Arya

Untuk itu, ia mengajak masyarakat aktif saling mengingatkan kerabat dan keluarga serta laporkan jika mengetahui gangguan akibat layang – layang yang mengenai jaringan PLN melalui contact center PLN 123 atau aplikasi New PLN Mobile. Made Arya menambahkan, untuk meminimalisir gangguan listrik akibat layang – layang, PLN juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bersama – sama mengingatkan masyarakat untuk bermain layang – layang dengan tertib dan aman.

Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Zufar mengungkapkan selama 3 tahun, tepatnya mulai tahun 2019 hingga tahun 2021, PLN UID Bali mencatat sebanyak 380 kali terjadi gangguan pasokan listrik akibat layang-layang, dengan rincian 2019 sebanyak 72 kali gangguan, tahun 2020 sebanyak 291 kali gangguan, serta hingga tanggal 6 Juni tahun 2021 ini sebanyak 17 kali gangguan pasokan listrik. (MBP5)

READ  Jukung Terbalik Akibat Terhantam Ombak, Putu Tirtayasa Berhasil Selamat 

Berita Terkait