Sebagai DTW Kelas Premium, Pantai Melasti akan Dilengkapi GeNose untuk Screening Pengunjung

 Sebagai DTW Kelas Premium, Pantai Melasti akan Dilengkapi GeNose untuk Screening Pengunjung
Digiqole ad

MANGUPURA – baliprawara.com

Kawasan wisata pantai Melasti, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, kini terus ditata. Selain pembangunan panggung budaya untuk stage kecak, kini juga sudah dilakukan penataan taman dari pintu masuk hingga ke pantai, yakni Taman Angsoka dan Taman Rama Sita. Tentu dengan penataan yang sudah dilakukan ini, ke depan Pantai Melasti bisa menjadi Daerah tujuan Wisata (DTW) kelas premium (premium class).

Seperti disampaikan Bendesa Adat Ungasan, Wayan Disel Astawa, tak hanya sebagai DTW premium class, ikon Pantai Melasti juga diharapkan bisa menjadi ikon Bali yang mendunia. Dengan penataan yang sudah dilakukan, pihak kementerian Pariwisata juga sudah beberapa kali mengunjungi pantai ini. Kawasan pantai Melasti ini pun menurut pihak Kementerian Pariwisata, sangat layak menjadi rujukan penataan pantai internasional.  

Untuk itu, dalam menunjang aktivitas di masa tatanan era baru ini, Disel Astawa yang juga Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali ini mengaku siap untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) bagi pengunjung. Ini kata dia dilakukan untuk memberi kepastian kepada wisatawan terkait kesiapan pengelola terhadap kesehatan pengunjung. Dengan demikian, diharapkan nantinya ini juga bisa berdampak terhadap ekonomi Bali khususnya di Badung, agar bisa kembali tumbuh dan berkembang. Baik dari UMKM dan yang lainnya, termasuk sektor pariwisata  hotel dan pendukung lainnya. “Ini harus terintegrasi. Jadi kita di Melasti sangat siap terhadap itu,” terangnya, Minggu (7/3).

Sebagai upaya untuk mempermudah screening terhadap wisatawan atau pengunjung yang datang ke pantai Melasti, pihaknya akan menyediakan fasilitas GeNose atau alat screening Covid-19, yang ditempatkan di beberapa tempat. Seperti di pintu masuk kedatangan, untuk menyasar wisatawan yang baru masuk untuk membeli tiket. Kedua akan ditempatkan di akses masuk menuju tempat stage pementasan kecak. 

“Kita pada prinsipnya akan melakukan suatu langkah-langkah standar prokes yang ditetapkan WHO dan pemerintah. Ini demi ekonomi bisa berjalan serta kesehatan masyarakat juga bisa teratasi. Sehingga perlahan kehidupan masyarakat Bali menjadi bisa normal kembali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” yakinnya. (MBP1)


See also  Escape With His Lover, Russian Interpol Fugitive Arrested In A Villa

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.