Pembangunan PLTG dan Jawa-Bali Connection, Bali Siap Mandiri Listrik 2025

 Pembangunan PLTG dan Jawa-Bali Connection, Bali Siap Mandiri Listrik 2025
Digiqole ad

DENPASAR – baliprawara.com

Mengantisipasi pertumbuhan beban listrik yang akan terjadi di Bali, PT PLN (Persero) sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pesanggaran yang  rencananya Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2023 awal. Nantinya, PLT Gas ini akan mensupply listrik sebesar 200 Mega Watt.

“2023 awal COD PLTD Gas kita di pesanggaran, tambahan kita untuk mengantisipasi pertumbuhan beban yang ada di Bali,” kata Adi Priyanto,General Manager (GM) PLN UID Bali di hadapan pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, saat acara Temu Media PT.PLN Bali di Denpasar, Rabu (23/12).

Adi Priyanto menjelaskan, setelah pembangunan PLT Gas, akan dilanjutkan dengan penyambungan paralel Jawa-Bali connection yang akan COD pada tahun 2025. Jika ini semua sudah terlaksana, maka diharapkan Bali bisa mandiri listrik. “Bali mandiri listrik dalam arti, Bali mengcover dirinya sendiri, dengan beberapa pembangkit yang eksisting, yaitu Celukan Bawang, Gilimanuk di Pesanggaran, Pemaron yang akan membackup seluruh Bali,” jelas Adi Priyanto.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, selama ini Ombudsman dan PLN, khususnya PLN Bali, sudah menjalin kerjasama yang cukup bagus. Mengenai kinerja PLN Bali kata dia, saat ini sangat bagus. Ini dilihat dari respon cepat yang diberikan oleh PLN Bali jika ada keluhan dari masyarakat. “Pelayanan PLN Bali saat ini sangat bagus. Tetapi kami tetap melakukan pengawasan agar prestasi yang bagus ini jangan sampai menurun,” kata Umar.

Tidak terlena oleh apresiasi dari Kepala Ombudsman, PLN Bali juga merasa masih ada kekurangan, seperti masih minimnya pelanggan listrik di Bali yang mengunduh aplikasi New PLN Mobile. Sampai saat ini baru 43 ribu pelanggan saja yang sudah mengunduh aplikasi New PLN Mobile, dari 1,5 jutaan pelanggan PLN di Bali. Sehingga ada antrean di loket – loket pembayaran PLN. “Ini mengindikasikan aplikasi New PLN Mobile masih belum maksimal. Padahal dalam aplikasi New PLN Mobile, terdapat fitur notifikasi yang cukup lengkap. Seperti keluhan laporan, pemadaman, hingga fitur notifikasi tindak lanjut pengaduan,” beber Adi Priyanto.

Selain itu lanjut Adi, dengan menggunakan aplikasi ini, proses tambah daya pun akan semakin mudah. Begitu pula pada layanan Baca Meter Mandiri.yang paling menarik dengan menggunakan New PLN Mobile, para pelanggan dapat melakukan pembelian token listrik atau juga dapat melakukan pembayaran tagihan secara lebih mudah.

“Dengan New PLN Mobile semua ada digenggaman,mulai dari pembayaran sampai laporan gangguan listrik ada di dalam aplikasi itu,” tambah Adi. (MBP5)


See also  Transmisi Lokal Covid-19 di Bali Capai 38,44 Persen

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.