Pastikan Kesiapan Jelang KTT G20, Sejumlah Menteri Sambangi Bandara Ngurah Rai

 Pastikan Kesiapan Jelang KTT G20, Sejumlah Menteri Sambangi Bandara Ngurah Rai

Sejumlah Menteri melakukan pengecekan kesiapan di Bandara Ngurah Rai, jelang KTT G20.

Digiqole ad

MANGUPURA – baliprawara.com

Pulau Bali yang ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraannya kegiatan internasional Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang pada tahun 2022 mendatang, mulai bersiap. Tak hanya dari sisi venue pelaksanaan, kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang akan menjadi akses kedatangan peserta, juga mulai bersiap.

Untuk memastikan kesiapan KTT G20 dapat berjalan sesuai dengan harapan, Menteri Perhubungan, Menteri Perekonomian Maritim dan Investasi, Menteri Perdagangan, Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Kesehatan serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis 25 November 2021, melakukan peninjauan kesiapan fasilitas serta proses kedatangan peserta KTT G20. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, sejumlah langkah yang tengah disiapkan di Bali diantaranya yaitu menyiapkan Bandara Internasional Ngurah Rai, pengadaan bus listrik dan stasiun pengisian daya (charging station), pengadaan Halte Trans Metro Dewata, dan manajemen rekayasa lalu lintas di Bali.

 

Mengenai kesiapan bandara untuk kedatangan para delegasi, Menhub mengatakan Bandara I Gusti Ngurah Rai telah memiliki kapasitas yang memadai. Namun demikian, Kemenhub tetap melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan bandara alternatif untuk tempat parkir pesawat para delegasi, yaitu bandara internasional yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.

Saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki panjang runway 3000 x 45 meter, dua appron di utara dan selatan yang dapat menampung 1 pesawat wide big body, 12 pesawat wide body, 50 pesawat narrow body, dan 2 helikopter. Bandara ini juga memiliki terminal penumpang seluas 2.872 m2 dengan dilengkapi 20 konter imigrasi dan 8 konter bea cukai, serta fasilitas ruang tunggu berukuran 8.897 m2.

Di sektor darat, Kemenhub bersama Korlantas Polri juga mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas, misalnya yaitu pemberlakuan ganjil genap dan pembatasan operasional angkutan barang di 10 ruas jalan dari bandara menuju lokasi acara, serta pemberlakuan satu arah (one way) di beberapa ruas jalan di Bali. “Selain itu, juga disiapkan bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS) dan shuttle bus dari bandara ke lokasi acara di Nusa Dua, Bali,” katanya.

See also  Aktivitas Memancing di Pulau Peninsula Dilarang Sementara Demi Keselamatan

 

Selain di Bali, sejumlah infrastruktur transportasi dari dan ke Bali juga tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan KTT G-20, diantaranya yakni pengembangan terminal wisata Pelabuhan Labuan Bajo, pengembangan Bandara Komodo, revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma. Serta, peningkatan layanan di Bandara Internasional Soekarno Hatta mulai tahapan pengecekan kesehatan, imigrasi, custom clearance, dan pengantaran delegasi menuju akomodasi masing-masing. “Kemenhub juga akan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat di simpul transportasi, meliputi ruangan untuk pengecekan tes PCR, mitigasi kasus positif Covid-19, kebijakan isolasi, dan sejumlah langkah antisipatif lainnya,” ucapnya. 

Sementara itu  General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado mengatakan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu pintu gerbang pengguna transportasi udara, menjadi sarana yang akan dilalui para peserta KTT G20 nantinya. Sehingga pihaknya perlu melakukan kesiapan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendukung kelancaran kegiatan internasional ini.

 

“Kesiapan KTT G20 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, juga dilakukan peninjauan oleh para Menteri terkait kami sangat berterima kasih telah dibantu untuk memonitoring kesiapan yang telah dilakukan guna pembenahan peningkatan fasilitas hingga layanan. Atas masukan yang kami terima akan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebelumnya telah siap menerima penumpang, sejak ditetapkannya pada 14 Oktober 2021 yang lalu. “Penerbangan internasional dibuka dengan persiapan simulasi kedatangan, dalam hal tersebut kegiatan internasional KTT G20 kami memastikan dapat dilayani, adapun masukan akan segera dilakukan pembenahan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, dengan terpilihnya Bali sebagai tuan rumah KTT G20 dapat menggairahkan kembali sektor aviasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar di Pulau Bali yang rata-rata bergerak dibidang pariwisata, namun tetap dibarengi protokol kesehatan sebab pandemi ini belum berakhir. (MBP1)

See also  Dukung Kebijakan Energi Nasional, AHM Raih Penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020

 


Berita Terkait