Masa PPKM Darurat, Desa Adat Kampial Salurkan Bantuan Dari Dana Penyisihan Pendapatan Desa

Digiqole ad

MANGUPURA – baliprawara.com

Bendesa Adat Kampial,  Kuta Selatan, Badung, kembali berbagi untuk Warga sebagai dukungan di masa Pandemi Covid-19, Selasa 20 Juli 2021. Dalam hal ini, melalui dana krama desa yang disisihkan dari pendapatan Desa, disalurkan berupa beras dan uang tunai kepada warga. 

Menurut Bendesa Adat Kampial, Drs. Nyoman Sudiarta, hal ini dilakukan karena di masa pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat ini, tentu beban hidup masyarakat menjadi masalah yang berkepanjangan. Untuk itulah kata dia, desa adat Kampial kembali memberikan bantuan kepada krama desa berupa 25 kg beras dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu untuk 300 KK dari 2 Banjar di desa setempat. Dana yang digunakan ini menurutnya, memang merupakan jatah dari krama desa yang sudah dialokasikan setiap bulannya melalui yang namanya dana krama desa.

 

Dengan penyisihan pendapatan desa ini, pihaknya menegaskan kalau setiap masyarakat tentunya dapat merasakan sekali program dari desa adat. “Dengan ini, sehingga mereka (krama desa-red) bisa mendapatkan haknya secara merata. Tentu sesuai dengan komitmen prajuru, sebagai dukungan dalam situasi kondisi saat ini,” katanya.

Pihaknya berharap, kondisi pandemi ini bisa segera berlalu, sehingga perekonomian bisa kembali normal. Dengan demikian, tentu porsi dana krama akan bisa lebih besar lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terjalin kembali. 

Diakuinya, dalam kondisi saat ini, dana krama memang mengalami penurunan, karena sumber-sumber pendapatan desa ikut terdampak. Dimasa Pandemi Covid-19 ini, tak hanya berkewajiban melestarikan adat dan budaya, namun kondisi perekonomian warga juga sangat penting. Salah satunya seperti yang dilakukan ini. Melalui pemikiran cemerlang dan  tangan dingin dari sosok Bendesa Adat Kampial, yang akrab dipanggil Mayun, melalui gagasan dan ide yang diimplementasikan melalui gerakan nyata di masyarakat, menjadikan dirinya sebagai tokoh yang disegani. Meski baru menjadi bendesa sejak tahun 2020 dengan 300 kepala keluarga yang dipimpinya, sosok kelahiran Badung, 27 Mei 1966 tersebut, memiliki segudang program pro rakyat, terutama untuk menunjang kebutuhan di masa pandemi ini.

See also  Pekerja Migran yang Akan Berangkat Akhir April, Diupayakan Dapat Vaksin Kedua Setelah 14 Hari

 

Dengan kesederhanaannya dalam keseharian, Sudiarta tetap memiliki komitmen untuk mengabdi untuk masyarakat setempat. Banyak program berhasil dilaksanakan dan diprogramkan, di tengah potensi desa yang sesungguhnya hanya menjadi penyangga kawasan wisata Nusa Dua.

Berbagai inovasi seperti memberdayakan potensi dan warga desa setempat. Di tengah kondisi pandemi covid 19 saat ini, selaku tokoh masyarakat, banyak terobosan dilakukannya. Diantaranya adalah Memberikan sumbangan sembako setiap bulan dari awal corona seperti beras, kopi, gula, mie instan, dan uang tunai kepada warga adat desa adat kampial. Di samping itu, memberikan Bantuan dana saat adanya krama adat yang meninggal dunia, memberikan bantuan beras 25 kg dan uang tunai sebesar 500 ribu setiap hari raya galungan dan kuningan, dan Memberikan bantuan dana setiap bulan berupa tabungan dari LPD desa Adat kampial. Tentu program inovatif yang sangat dibutuhkan masyarakat ini, bisa membantu ditengah kondisi seperti sekarang ini. 

Salah seorang warga Desa Adat Kampial, I Nyoman Kona, mengatakan, kepedulian pengurus desa ini tentu sangat dirasakan oleh masyarakat di tengah kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Apalagi dengan program penyisihan pendapatan yang dinamakan dana krama desa, tentu juga sangat membantu. “Kami menyampaikan terimakasih kepada pengurus Desa terutama Bendesa Adat Kampial, atas program-program yang sangat membantu krama,” ucapnya.  (MBP1)

 

Berita Terkait