Gubernur Koster Sebut Kunjungan ke Bali Capai 20 Ribu Orang Lebih Per Hari

 Gubernur Koster Sebut Kunjungan ke Bali Capai 20 Ribu Orang Lebih Per Hari

DENPASAR – baliprawara.com

Dalam 2 bulan terakhir, kasua Covid-19 di Bali, terus melandai dan stabil. Bahkan tidak pernah tembus 20, yang mana rata-rata sehari mencapai 1 digit atau di bawah angka 10. Sementara untuk pasien sembuh secara kumulatif mencapai 96,3 persen. 

Dengan capaian tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kalau Ini merupakan buah dari pada kerja keras dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi yang capaiannya cukup tinggi. Yang mana untuk vaksin di Bali, dosis pertama sudah mencapai 101,3 persen dari target sasaran, dan vaksin dosis 2 sebesar 89,0 perse. Capaian ini menurutnya tertinggi nomor 2 di indonesia setelah DKI Jakarta.

Untuk di Bali kata Gubernur Koster, jumlah penduduk sebanyak 4,3 juta, yang divaksin targetnya sebesar 79 persen. Semua yang memenuhi syarat dari 79 persen itu, totalnya sebanyak 3,4 juta. Dikatakan, untuk di Bali, jumlah vaksin ditambah dibandingkan daerah lain karena Bali akan ada perhelatan Internasional tahun 2022, sehingga harus betul-betul menjadi wilayah yang sehat. 

 

“Di bali vaksinasi jalan terus. Meski di medsos nyerang ini itu, saya jalan terus. Akhirnya pencapaian tinggi. Yang tadinya ribut menolak vaksin di medsos, ikut juga vaksin akhirnya. Jadi akhirnya sadar sendiri. Sekarang hasilnya, kasus melandai dalam 2 bulan. Padahal dalam 2 bulan ini, bahkan lebih dari dua bulan, wisatawan domestik (wisdom) yang datang berkunjung ke Bali  sudah meningkat dan meningkat terus,” kata Gubernur Koster saat hadir pada penayangan perdana film animasi Panji Semirang, Selasa 30 November 2021 di Ksirarnawa Art Center Denpasar. 

Dengan terus meningkatnya jumlah kunjungan domestik, maskapai Garuda Indonesia yang sebelumnya terbang 2 kali sehari, diminta untuk menamba menjadi 4 penerbangan se hari. Kemudian lanjut lagi, terakhir sampai 7 penerbangan sehari. “Belum lagi dari maskapai lain. Jadi total sekarang ini lewat bandara ngurah rai, sudah mencapai 12 ribu per hari, kisaran paling rendah mencapai 9000 penumpang. Yang lewat darat, rata-rata 10.800. Berarti yang datang ke Bali untuk Wisdom ini, sebanyak 20 ribu orang  lebih sehari,” ucapnya. 

See also  Spesialis Pencurian Motor N-Max Diamankan, Ternyata Sudah Beraksi di Belasan Tempat 

 

Dengan kedatangan 20 ribu orang lebih ini perhari ini, yang menggunakan persyaratan antigen, ternyata tidak berdampak pada munculnya kasus baru yang melonjak di Bali. “Astungkara, itulah sebabnya saya memberanikan diri meminta, untuk wisman sebenarnya tidak perlu karantina. Karena syarat untuk masuk ke Indonesia, Bali apalagi, sudah cukup ketat. Negaranya harus memberlakukan Positivity-ratenya dibawah 5 persen, harus PCR, vaksin lengkap, Jadi sudah ketat, dan tidak perlu karantina. Tapi Pemerintah Pusat menerapkan kebijakan harus karantina, dari lima hari saya tawar menjadi 3 hari. Sebenarnya saya tawar menjadi 0 hari, tapi masih belum diizinkan karena perlu kehati-hatian,” kata Gubernur Koster menambahkan. 

Namun ternyata benar, dengan munculnya varian baru Covid-19 yakni, Omicron, tentu semua harus  berhati-hati. Mengingat kata dia, varian  Omicron ini, dikatakan lebih berbahaya dibandingkan dengan yang lain. “Jadi rupanya memang harus bersabar untuk wisatawan mancanegara ini. Karena di luar negeri sedang melonjak kasusnya  bahkan beberapa negara sedang melakukan Lockdown. Kita di Indonesia dan Bali khususnya astungkara tetap baik,” ucapnya meyakinkan. (MBP1) 

 

Berita Terkait