Desa Adat Siangan Kembangkan Potensi Wisata Spiritual

 Desa Adat Siangan Kembangkan Potensi Wisata Spiritual
Digiqole ad

GIANYAR – baliprawara.com

Desa Adat Siangan, Kabupaten Gianyar menyimpan beragam kekayaan warisan budaya. Potensi tersebut kini akan dibangkitkan dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Mengacu kepada hasil inventarisasi terhadap warisan budaya yang ada, Desa Siangan telah tercatat dalam lontar Batur Kalawasan dengan nama “Siage Pinge”. Temuan situs arkeologi seperti di Pura Puseh Desa Siangan, Pura Gunung Sari, Pura Segara, dan Pura Ganter memberi petunjuk historisitas kawasan Desa Adat Siangan bukan saja sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat budaya spiritual pada Abad XIII hingga XIV Masehi.

Itulah sebabnya kelompok masyarakat setempat pencinta warisan leluhur merasa terpanggil untuk memberdayakan dan membangkitkan kembali Siangan sebagai salah satu pusat spiritual masyarakat Bali. Pandangan ini merupakan hasil rumusan pertemuan tim PKM Unwar dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan pemangku pura yang ada di Desa Adat Siangan.

Berbekal kepada keyakinan masyarakat dan hasil inventori warisan budaya di Desa Adat Siangan, tim PKM Universitas Warmadewa yang diketuai oleh Dr. A.A. Rai Sita Lakmi, M.Si. merasa tepat untuk mengembangkan suatu model ekowisata berbasis warisan budaya di Desa Adat Siangan.

Tentu untuk mencapai maksud tersebut diperlukan perencanaan dan proses pengembangan yang relatif panjang. Setidaknya, dibutuhkan waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Sebagai langkah awal, pada tahun ini dikonsentrasikan untuk mengerjakan tiga hal penting. Pertama, melakukan indentifikasi, klasifikasi, dan deskripsi arkeologis tentang seluruh warisan budaya yang terdapat di Desa Adat Siangan. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi bentuk dan jenis temuan warisan budaya, serta hubungan keterkaitannya dengan warisan budaya yang ada di Kawasan Siangan, agar diperoleh latar sejarah maupun eksistensi warisan tersebut di masa lampau.

See also  Two Days Without Additional New Cases, Patients Recover Also Continues to Increase in Denpasar

Dengan pelacakan ini sekaligus dapat dibuat peta persebaran dan konteks historis warisan budaya tersebut. Kegiatan ini termasuk bagian dari langkah kedua program PKM Unwar. Tujuannya, untuk menyusun denah distribusi warisan budaya yang dilengkapi dengan informasi kekunaan dan fungsi warisan budaya tersebut. Agar situs yang telah terdata dapat mudah diketahui oleh masyarakat perlu adanya informasi petunjuk situs atau pura.Langkah yang diambil adalah dengan cara memasang papan nama pada masing-masing pura yang mengandung warisan budaya. Tahap selanjutnya adalah penataan situs yang diintegrasikan dengan daya tarik wisata lainnya yang terdapat di kawasan desa adat sebagai pendukung atau memperkuat karakter kekunoaan dan nilai spiritual warisan budaya.

Langkah-langkah yang telah dipaparkan tersebut telah dilakukan dalam program PKM Unwar tahun 2020, yakni sejak Agustus hingga akhir Oktober. Gol yang ingin dituju agar Desa Adat Siangan mampu diwujudkan sebagai model desa ekowisata berbasis warisan budaya. Warisan budaya di Desa Adat Siangan yang menunjukkan karakter sebagai pusat pemerintahan dan pusat keagamaan (Ciwa-Budha) dijadikan daya tarik utama dengan didukung oleh keindahan lingkungan alam berupa air terjun, suasana alam yang asri, serta kesemarakan adat-istiadat, upacara keagamaan serta seni budaya masyarakat yang unik. Pengembangan ini membutuhkan penataan dan manajemen sumber daya budaya secara berkesinmabungan, yang akan menjadi fokus PKM tahun berikutnya. (MBP)


Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.