BPBD Denpasar Bersama Krama Adat Gelar Aksi Kebersihan di Pantai Matahari Terbit

 BPBD Denpasar Bersama Krama Adat Gelar Aksi Kebersihan di Pantai Matahari Terbit
Digiqole ad

DENPASAR – baliprawara.com

Sebagai upaya menciptakan pesisir pantai yang bersih, indah dan asri, BPBD Kota Denpasar bersinergi dengan Krama Desa Adat Sanur menggelar aksi kebersihan. Kegiatan yang dikemas melalui aksi kebersihan dan perompesan pohon perindangan ini menyasar kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Minggu (1/11). 

Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan bahwa, keberadaan kawasan pesisir sangatlah penting guna menjaga stabilitas daratan. Dimana, dengan terawatnya pesisir maka diharapkan dapat meminimalisir resiko jika terjadi cuaca buruk. 

Lebih lanjut dikatakan, seperti kita ketahui bersama bahwa memasuki penghujung tahun sangat identik dengan cuaca buruk. Ditambah lagi saat ini diprediksi akan terjadi Badai La Nina. Karenanya diperlukan upaya terintegrasi untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Hal ini salah satunya dapat dilaksanakan dengan melaksanakan perompesan pohon perindang, menjaga kebersihan pesisir dan muara serta tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menimbulkan genangan saat hujan. 

“Dengan demikian kami berharap kepada masyarakat untuk ikut aktif menjaga lingkungan sekitar, memperhatikan ketinggian pohon perindang, sehingga jika terjadi peningkatan intensitas hujan yang disertai cuaca buruk tidak menimbulkan resiko yang signifikan,” ujarnya

Selain itu, masyarakat juga diimbau menunda untuk bepergian jika terjadi hujan lebat. Namun demikian, jika terpaksa untuk bepergian agar menghindari berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainya. 

“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap musim penghujan dan Badai La Nina, hindari pohon besar, papan reklame dan piranti lainya yang tinggi, serta segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333,” katanya. 

Sementara Perbekel Desa Sanur Kaja, I Made Sudana mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keindahan, kebersihan dan kenyamanan di Desa Sanur Kaja. Hal ini mengingat Sanur merupakan kawasan Pariwisata yang harus terus dijaga keindahannya. “Kami bersama krama adat terus melaksanakan aksi kebersihan sehingga mampu menciptakan Desa Sanur Kaja dan Desa Adat Sanur yang indah dan bersih,” pungkasnya. (MBP)

See also  Baru Tiga Hari, 20ribu Lebih Wisatawan Sudah Masuk Bali Untuk Libur Panjang

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.