Kesehatan News

Pentingnya Vaksinasi Warga di Pintu Masuk Bali, Sebagai Upaya Dukung Pembukaan Pariwisata

Spread the love

JEMBRANA – baliprawara.com

Vaksinasi warga di Kelurahan Gilimanuk Kabupaten Jembrana, terus digencarkan. Bahkan vaksinasi ini menjadi penting dilakukan mengingat Gilimanuk merupakan pintu masuk Pulau Bali. 

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan program vaksinasi ini Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gilimanuk Jembrana, Selasa (6/4/21).

Cok Ace menegaskan, vaksinasi merupakan bagian penting dari upaya dalam membentuk kekebalan kelompok yang dikenal dengan herd immunity. Vaksinasi ini kata dia, juga bagian penting dalam rangka menurunkan kesakitan dan menurunkan angka kematian akibat Covid-19. Yang tidak kalah penting dari vaksinasi adalah melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

“Upaya-upaya ini adalah wujud dari hadirnya Pemerintah di tengah masyarakatnya karena ini adalah bagian yang memang menjadi obligatory public health. Jadi ini merupakan suatu kewajiban Pemerintah dalam rangka melindungi masyarakatnya. Lancarnya proses vaksinasi ini akan berkorelasi dengan rencana pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara yang diharapkan bias sesuai jadwal yaitu bulan Juli 2021. Semoga semangat yang ditunjukkan oleh masyarakat di Kabupaten Jembrana memberi hasil yang positif bagi upaya penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan, vaksinasi massal di Kelurahan Gilimanuk Kabupaten Jembrana ini, diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Jembrana yang sehat dan produktif.  Dikatakannya, gebyar Vaksinasi yang akan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 6 sampai dengan 7 April 2021 ini, digelar di enam lingkungan. Yakni di lingkungan Balai Jineng Agung dengan 1.017 dosis, lingkungan Asri dengan 1.496 dosis, lingkungan Asih dengan 778 dosis, lingkungan Arum 2.731 dosis, Samiana 1.111 dan lingkungan penginuman ada 889 dosis vaksin. Kegiatan ini melibatkan bantuan dari IBI (Ikatan Bidan Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia),  Puskesmas, Diskes (Dinas Kesehatan) dan Aparat Desa. (MBP1)

READ  Sebanyak 232 Bencana Terjadi Selama Januari-Oktober 2020 di Badung

Related Posts