News Pendidikan

Perkuat COT Green Tourism, PNB Kembangkan Sayap Kerjasama Bidang Energi Baru Terbarukan

Spread the love

MANGUPURA – baliprawara.com

Pandemi Covid-19 sama sekali tidak menyurutkan semangat pimpinan dan civitas akademika Politeknik  Negeri Bali (PNB) untuk terus berkarya dan berdarma. Salah satunya melalui proyek  bidang Renewable Energy atau Energi Baru Terbarukan (EBT).

Direktur PNB I Nyoman  Abdi, SE., M.eCom., proyek  bidang Renewable Energy atau Energi Baru Terbarukan (EBT) ini merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dengan Pemerintah Switzerland melalui Kedutaan Switzerland di Jakarta  (SECO). Yang dalam implementasinya dikerjakan oleh GFA Consulting Group Switzerland. Saat ini kata dia, PNB berusaha mengembangkan kerjasama internasional terkait dengan program penguatan Center of Technology on Green Tourism (COT Green Tourism) PNB yang sudah diresmikan oleh Kemenristek Dikti pada tanggal 25 September  2017. 

Pihaknya menyebutkan kalau semangat PNB dalam menguatkan COT Green Tourism ini semakin menggelora sejak dikeluarkannya kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster terkait Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “PNB dengan dukungan penuh dari Pemprov Bali dan kementerian ESDM telah merencanakan Pengembangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) – Center of Excellent on Renewable Energy (CERE) di Bali. Sedianya pembangunan CERE ini dimulai tahun 2020, tetapi karena pandemi Covid-19 maka program strategis ini sementara tertunda,” katanya didampingi jajaran pimpinan PNB di sela-sela kunjungan Renewable Energy Skill Development Project  Team (RESD), Kamis (11/2).

Untuk menjaga semangat yang sudah menggelora ini, mulai tahun ajaran 2020-2021, PNB sudah mengawali kegiatan dengan menyelenggarakan Program D3 Kelas Khusus EBT Kerjasama PNB-Pemprov Bali-BPSDM-ESDM. Tahun ini kembali PNB membuka kelas tersebut dengan menerima mahasiswa minimal 1 kelas atau 30 orang. “Tentunya keterlibatan PNB dalam RESD Project ini sangat penting karena dapat memberikan penguatan dan akselerasi bagi terwujudnya CERE di Pulau Dewata Tercinta ini,” bebernya.

Menurut Martin Stottele selaku Team Leader dari RESD dari GFA Consulting Group Switzerland, tujuan utama dari Proyek RESD ini adalah untuk membantu memberikan penguatan dan percepatan terhadap penyiapan SDM profesional Bidang EBT melalui 3 komponen kegiatan. Yaitu Formal education, Non Formal Education, dan Complementary Action. Kegiatan ini kata dia, akan dilaksanakan selama kurun waktu 3 tahun dengan sasaran program adalah Perguruan Tinggi Vokasi, salah satunya adalah Politeknik Negeri Bali yang melibatkan Jurusan Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin. “Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa bidan RE, pelatihan dan sertifikasi, ToT, dan beberapa kegiatan lainnya yang melibatkan berbagai stakeholders terkait termasuk industri,” ujarnya.

Wadir 4 PNB Ir. I Wayan Arya, MT. didampingi Kepala Pusat Kerjasama, Pemberdayaan Aset dan Hubungan Internasional PNB Prof. Dr. Ir. Lilik Sudiajeng, M.Erg. menambahkan bahwa Green Tourism yang dimaksud disini mempunyai arti yang sangat luas, tidak hanya fokus pada bidang bisnis kepariwisataan, tetapi lebih luas lagi mencakup bidang infrastruktur yang ramah lingkungan (green Infrastructure) seperti kegiatan yang sedang digarap melalui proyek RESD ini. Berbagai pengembangan kerjasama luar negeri bidang green tourism ini sudah banyak dilakukan oleh PNB, di antaranya dengan Keio University Japan-Water resources Management; RMUTP Thailand-Green Tourism Management; Brunel University Landon-Green-Energy, TNO Netherlands-Master plan of Education and Training Center on RE Development. 

Dalam pelaksanaan program penguatan COT Green Tourism ini tentunya sangat membutuhkan peran aktif dari berbagai stakeholders, khususnya unsur Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Untuk itu PNB tidak pernah lelah terus meningkatkan kemitraan dengan DUDI, baik di Bali maupun di luar Bali. Berbagai forum telah dibentuk oleh PNB seperti Tetra Helix Forum, Professional Advisory Council and Quality Assurance. “Semua forum ini dibentuk sebagai wadah untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan potensi yang dimiliki oleh PNB, DUDI, Organisasi Profesi, dan Masyarakat yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah dalam rangka membangun SDM Unggul yang Berbudaya untuk Indonesia Maju,” katanya menjelaskan. (MBP)

READ  Banyak Berulah, WN Rusia Menjadi Perhatian Utama Pihak Kanwil Kumham Bali

Related Posts