News Pariwisata

Terapkan Prokes Ketat, Ini Strategi Pemasaran Sakala Resort di Masa Pandemi

Spread the love
Penulis : Dayu Agung, mahasiswi London School of Public Relations Bali (LSPR Bali)

MANGUPURA – baliprawara.com

Bali sebagai kawasan pariwisata, tentunya menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Namun, karena pandemi Covid-19, membuat pariwisata di Bali menjadi “meredup”. Banyak hotel dan resort mengalami kesulitan, bahkan pengunjung pun mulai berkurang karena pandemi ini.

Pada tanggal 15 Desember 2020, Gubernur Bali telah menetapkan surat edaran untuk orang-orang yang ingin pergi ke Bali mulai 19 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. Di antara persyaratan tersebut yaitu uji swab PCR atau uji rapid test antigen, untuk upaya meminimalisir penularan virus Covid-19.

Menurut Andi Wendy Laksmi Putri selaku Marketing Communication Sakala Resort Bali, walaupun sedang masa pandemi, Resort bisa tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan fasilitas yang mendukung. Seperti Sakala Resort Bali yang menerapkan protokol kesehatan di resortnya. Dari mulai masuk ke kawasan, ada pengecekan suhu, menyediakan hand sanitizer di beberapa tempat, menjaga jarak saat di lobby. Tak hanya itu, para staff di Sakala juga memakai sarung tangan, masker, dan face shield. “Staff Sakala juga rutin membersihkan area-area yang sering disentuh dengan disinfeksi per jam. Selain itu kamar untuk tamu juga selalu dibersihkan oleh  staff housekeeping dengan baik,” katanya, Selasa (29/12).

Untuk strategi pemasaran di masa pandemi seperti saat ini, promosi kata dia dilakukan melalui media sosial. Karena, pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang lebih suka di media sosialnya dalam mencari hiburan atau informasi. Itulah kata dia yang membuat Sakala Resort memilih untuk memberikan promosi melalui media sosial.  “Kalau strategi promosi yang paling efektif saat ini sebenarnya dari sisi digital melalui media sosial,” ujarnya. 

Sementara, Direktur E – Commerce Sakala Resort Bali, Ida Bagus Trisna Widia, menyampaikan, untuk strategi promosi, saat ini targetnya hanya untuk domestik. Meskipun kata dia juga sudah menyiapkan strategi pemasaran tahun depan untuk wisatawan luar negeri. “Sekarang pemasaran semua hotel di Bali, hanya untuk pasar domestik. Karena domestik mereka cenderung tertarik di media sosial, sehingga fokus kita strategi pemasaran itu di media sosial,” Ujarnya. (MBP)

READ  Perkiraan Anggaran 200 M, Penataan Pantai Samigita akan Dilengkapi Patung Monumental

Related Posts