Daerah

Penjagaan di Pintu Masuk Bali Diperketat

Spread the love

DENPASAR – baliprawara.com

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kamis (2/4), mengatakan, pemerintah sejak Rabu (1/4) telah memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk Bali baik bandara maupun pelabuhan. Ini dilakukan karena pemerintah ingin lebih memastikan tidak ada potensi penularan virus akibat mobilitas warga antardaerah maupun antarnegara.

“Di Bandara Ngurah Rai, Satgas telah melakukan tindakan rapid test kepada para pekerja migran yang pulang dari luar negeri, dari negara mana pun berasal, sudah membawa sertifikat sehat atau belum, semuanya kita lakukan tindakan pemeriksaan menggunakan rapid test untuk memastikan yang masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai, kawan-kawan kita, adik-adik kita, saudara kita semuanya dalam keadaan sehat,” tegasnya.

Menurutnya, sejak 22 Maret sampai sore ini, jumlah pekerja migran Indonesia yang kembali pulang sebanyak 3.481 orang. Semuanya telah diperiksa kesehatannya dan telah diberikan Surat Keterangan Sehat. Meski demikian, mereka tetap diimbau melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Hal yang sama juga diberlakukan di Pelabuhan Gilimanuk. Rapid test dilakukan terutama kepada mereka yang datang dari daerah-daerah terjangkit.

Menyinggung soal mudik Lebaran, Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini menegaskan, Pemprov Bali sejauh ini mengikuti arah kebijakan nasional. “Instruksi Gubernur yang saya sebutkan tadi nuansanya pembatasan, tapi bukan pelarangan,” katanya. (praw2)

READ  Badung Kaji Inovasi IT Dalam Mengendalikan Penyebaran Covid-19 di Area Keramaian

Related Posts